Thursday, April 13, 2017

HEBOH,!!!!ANIES SANDI MAMPU MENGUASAI MASA PENDUKUNGNYA DARI SELURUH ELEMEN

KEMAMPUAN ANIES BASWEDAN mengambil hati semua lini masa jakarta hampir 90% sisa 10% nya adalah masa ahok ,,,coba bayangkan tanggal 19 april ini,,,,,,kemenengan mutlak sudah tak bs di elakan lagi,,,,

masa anies baswedan dari NU warga Nahdliyin,betawi,dan umum nya umat islam di jakarta hampir semua ,

sungguh senang jika anies bisa kuasai 100%  masa di jkt memilih nya jd kebenaran akan hadir dijkt ini

mari yg blm mendukung,,,,,kita songsong masa depan lebih bagus

PENGIN TAU BIKINI MURAH DIMANA,,,,,,???DISINI TEMPAT NYA

cara ampuh cari barang murah bikini dan jual dengan untung besar disni tempat nya  cepat
dan segera lah datang dan hampiri kami
sebelm kehabisan

Wednesday, April 12, 2017

Debat Panas Ahok dan Anies soal Program Rumah untuk Warga (berita ini anis masuk akal)

Jakarta - Debat panas terjadi saat cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bertanya mengenai program rumah untuk warga kepada cagub Anies Baswedan. Tuduhan jawaban 'hanya retorika' mengemuka.

Sesi dimulai dengan Ahok yang diberi kesempatan untuk bertanya kepada Anies. Ahok bertanya mengenai program DP 0 persen yang digagas Anies.

"Saya bingung, apakah program itu untuk rumah susun atau tapak, serta apakah rumah itu untuk mereka dengan gaji di bawah Rp 3 juta atau Rp 7 juta," kata Ahok dalam debat final Pilkada DKI di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017).Ahok dalam kesempatan itu juga sempat memaparkan mengenai program subsidi cicilan miliknya. Program itu merupakan kerja sama pemerintah dengan warga yang menyediakan tanah. Pemerintahlah yang kemudian menyediakan rumah susun.

Anies menjawab. Sebelum memberikan penjelasan, Anies menyatakan pemahaman Ahok mengenai program rumah miliknya keliru.

"Jadi program kami bukan tentang pembangunannya, tapi tentang instrumen pembiayaannya. Pembangunan bisa dilakukan oleh pemerintah atau swasta, kami yang menyiapkan pembangunannya," ujar Anies.

Anies lantas mengomentari program Ahok. Menurut Anies, jika pemerintah yang membangun rumah, itu tidak sesuai dengan selera dan keinginan warga.

"Kalau kita berpihak pada rakyat, maka solusinya adalah carikan rumah yang sesuai dengan yang mereka maui," ujar Anies.

Ahok menimpali jawaban dari Anies. Menurut Ahok, jawaban Anies tidak nyambung.

"Ini tidak menjawab sebenarnya. Kenapa kami mendorong kayak yang di Krukut untuk ke rusun, karena rumah tinggal itu berdasarkan penelitian minimal luasnya 36 meter persegi. Tidak mungkin masyarakat seperti itu bisa memiliki rumah kalau bukan kami yang membangunkan," kata Ahok.

Anies kemudian menanggapi penjelasan Ahok. Menurut Anies, di Jakarta saat ini ada 41 persen warga yang tidak memiliki rumah sendiri. Solusi dari persoalan itu sudah dia kantongi.

"Kami sudah menemukan solusinya. Dan private sector juga mau bekerja sama dan itu sangat bisa. Ini tentang keberpihakan pada warga yang tidak bisa punya rumah. Dan secara teknis nanti solusinya akan berkembang," ujar Anies.

Ahok menjawab 'sindiran' Anies mengenai keberpihakan tersebut. Menurutnya, jawaban Anies terlalu retoris.

"Ini terlalu retorika, ya. Anda bilang 41 persen orang Jakarta tidak punya rumah. Itulah mengapa kita di reklamasi, kita pingin setengah dari pulau-pulau itu punya DKI. Jadi nanti anak-anak muda bisa punya rumah di situ. Tidak usah bayar, cukup bayar pemeliharaan. Jadi punya rumah," kata Ahok.

Tampang Andi Lala, DPO Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Medan

Medan - Andi Lala (34) diburu polisi terkait pembunuhan satu keluarga di Medan, Sumatera Utara. Ia diketahui kabur usai melakukan aksinya, Minggu (9/4) lalu.

Berdasarkan data Polda Sumut, Andi Lala disebut bekerja sebagai tukang las. Dia beralamat di Desa Skip, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Polda Sumut meminta setiap orang menghubungi polisi terdekat jika melihat sosok seperti Andi Lala.

"Masih diburu," kata Dirkrimum Polda Sumut Kombes Nurfallah kepada detikcom, Rabu (12/4/2017).

Nurfallah enggan membeberkan lokasi yang telah disisir. Yang jelas, Senin (10/4) lalu, polisi mendatangi rumah Andi Lala, namun yang bersangkutan tak berada di rumah. 

Sementar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Ginting yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan, selain menggerebek rumah Andi Lala, polisi menyita mobil L 300 di SPBU Pagar Jati Perbaungan Sergai yang disewa Andi Lala. Mobil ini ditinggalkan setelah Andi Lala dan temannya menghabisi satu keluarga: Riyanto (40), istri Sri Ariyanti (40), mertua Sumarni (60), dan anaknya, Naya (13) dan Gilang (8). 

Sejauh ini, 2 tersangka ditangkap. Yakni Roni (21) dan Andi Saputra (27). Keduanya mengaku diberi uang Rp 500 ribu oleh Andi Lala. Menurut polisi, Roni merupakan keponakan Andi Lala. 

"Petugas masih melakukan pengejaran terhadap Andi Lala yang statusnya sudah dijadikan DPO," jelas Rina.


(try/try)

Unggul 1% di Survei SMRC, Anies-Sandi Tak Jemawa

Jakarta - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno unggul dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di survei SMRC. Dalam survei tersebut, elektabilitas Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul 1 persen atas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. 

Di survei tersebut elektabilias Anies-Sandi 47,9% adapun Ahok dan Djarot di angka 46,9%. Menanggapi hasil survei tersebut, Tim Anies-Sandi tak buru-buru puas. Juru Bicara Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak mengatakan hasil survei tersebut akan dijadikan sebagai penyemangat. 

"Sejak awal kami selalu bilang, survei itu akan menjadi penyemangat. Kami tak jemawa ketika unggul namun tak kecil hati ketika berada di bawah," kata Naufal kepada wartawan, Rabu (12/4/2017).Seperti diketahui, Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) siang tadi merilis survei terbaru terkait dengan elektabilitas cagub-cawagub DKI Jakarta sepekan menjelang pencoblosan. Jumlah sampel dalam survei ini sebanyak 800 orang, yang dipilih dengan metode stratified systematic random sampling. 

Jumlah sampel yang dapat diwawancara secara valid sebanyak 446 responden dan data inilah yang dianalisis. Responden disurvei pada 31 Maret-5 April 2017 dan diwawancara secara tatap muka. Margin of error survei sebesar 4,7%.

"Dalam pilihan kepada dua pasangan calon gubernur-wakil gubernur, Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapat 47,9% dukungan, sementara Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat 46,9%. Selisih keduanya hanya 1%. Yang belum tahu sekitar 5,2%," kata peneliti SMRC Deni Irvani saat rilis survei di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017). 
(erd/van)

Jelang Debat, Ini Pesan Megawati untuk Ahok-Djarot

Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tak hadir saat pasangan yang diusungnya di Pilgub DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, tampil dalam debat nanti malam. Dia menugasi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk datang ke debat yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, itu. 

Meski tak hadir dalam debat, Mega menitipkan pesan untuk Ahok. "Pesan Ibu (Megawati), Pak Ahok tampil apa adanya," kata Hasto kepada wartawan, Rabu (12/4/2017). 

Mega, kata Hasto, juga berpesan agar Ahok menyampaikan sejumlah program yang saat ini sudah dirasakan manfaatnya oleh warga DKI. Seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), yang membuat warga DKI Jakarta tak risau lagi soal biaya pendidikan. 

Ada juga program Kartu Jakarta Lansia (KJL) dan pembangunan sejumlah masjid serta tempat ibadah lainnya. "Itu yang disampaikan Ibu (Megawati)," ucap Hasto. 

Ahok dan Djarot akan menjalani sesi debat pamungkas malam ini. Dia akan beradu gagasan dengan kandidat pasangan cagub-cawagub DKI, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. 

Debat akan berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, mulai pukul 19.30 WIB selama dua jam. detikcom menayangkan debat tersebut secara live streaming.Jangan lewatkan live streaming dan live report debat cagub-cawagub DKI Jakarta di detikcom pada Rabu (12/4/2017) malam 
nanti. Live streaming debat akan dimulai pada pukul 19.30 WIB di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Debat berlangsung selama 
dua jam dan dibagi menjadi enam sesi.

Melalui panggung debat nanti malam, para kandidat akan memaparkan program-programnya dan warga DKI bisa menentukan siapa gubernur pilihannya. Catat tanggal mainnya dan jangan sampai ketinggalan! 
(erd/imk)

Ludahi Jurnalis TV Saat Banjir Kemang, Kashira Uozumi Minta Maaf

Jakarta - Jurnalis NET TV Haritz Ardiansyah dipukul seorang pria ketika meliput banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, tadi malam. Belakangan, pria bernama Kashira Uozumi itu mengaku menyesal telah memukul dan meludahi wartawan TV.

Pengakuan itu disampaikan Kashira melalui akun Instagram-nya, Rabu (12/4/2017) sore. Dia langsung memperkenalkan diri dan memberikan pernyataan pengakuan kesalahan.

Baca Juga: Dikasari Saat Liput Banjir Kemang, Jurnalis TV Lapor Polisi
"Saya Kashira Uozumi. Saya bikin video ini untuk meminta maaf kepada wartawan-wartawan yang tadi malam saya kasari dengan cara saya ludahin dan saya rusakin barang-barangnya," kata Kashira dalam video itu.

Kashira berharap dapat berdamai dengan orang yang dikasarinya. Dia juga ingin bertatap muka dengan korban.

"Saya berharap kita semua bisa berdamai di sini. Dan saya sudah merasa menyesal dengan perbuatan saya semalam. Kalau bisa, saya mau bertemu dengan wartawan yang semalam saya ludahin itu. Saya ingin meminta maaf secara pribadi dengan dia,"ujar Kashira.