Tuesday, April 18, 2017

HEBOH HAMPIR 5JUTA MASA SUDAH DATANGI JAKARTA,,,,WISATA ALMAIDAH MALAM INI SUDAH MELUBER DI JAKARTA,,

HEBOH.....SUDAH HAMPIR 5JUTA JIWA WISATA ALMAIDAH SUDAH SAMPAI DI JAKARTA ,antusias warga se indonesia untuk mengikuti wisata almaidah sangat diminati oleh kaum umat islam,semakin di stop semakin banyak diminati,apakah ini yg dinamakan kebangkitan umat islam di indonesia,hanya allah yang maha tau,pasti nya semua orang tau bahwa umat islam menghendaki keadilan dari penguasa saat ini,,,,berharap ada keadilan dari penguasa,


Monday, April 17, 2017

ADA KEAJAIBAN APA DI PILKADA DKI ?

Pilkada DKI tinggal  menghitung hari saja. Dari pemikiran otak kananku, ada beberapa keajaiban yang tampak di alam bawah sadarku secara pemikiran otak kanan. Namun tidak semua hal-hal ajaib itu tampak jelas karena tertutup tabir penguasa alam semesta. Jadi yang akan ku tuliskan hanyalah hal-hal yang tak penting saja, itu kata otak kiri-ku. Tapi aku tak mau mempermasalahakan antara otak kanan dan otak kiri. Biarlah ini menjadi perdebatan otakku saya.
Keajaiban  pertama yang ku rasakan adalah semangat yang tiba-tiba datang secara menggebu-gebu ketika memulai untuk menuliskan artikel ini. Aku tak tahu entah darimana datangnya. Hari ini, 17 April 2017, itu artinya dua hari lagi atau lusa saudara-saudaraku yang di DKI akan berpesta demokrasi dalam menentukan Gubernurnya. Ya, 3 hari dari sekarang. Otak kananku langsung menerawang angka 3. Ada apakah ini ? Biarlah ini menjadi tanyaku sendiri.Biarlah.
Keajaiban kedua adalah bahwa Pilkada DKI putaran pertama di ikuti oleh 3 pasang calon Gubernur. Dan hasil dari putaran pertama menyisahkan pasangan 2 dan 3. Dan kalau kita jumlahkan kedua angka tersebut ( 2+3=5 ) maka angka 5 adalah jumlah sila dalam Pancasila. Kita tahu Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Keajaiban apakah ini ? Apakah ini disengaja atau sebuah rekayasa ? Yang jelas ini adalah rekayasa-ku dalam bentuk sebuah tulisan.
Otak kananku berkata lain, bahwa pengamalan Pancasila harus di amalkan dan dimulai dari sila ke-lima, yakni KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA. Mengapa ? Karena jika seluruh rakyat Indosesia sudah bisa merasakan keadilan secara menyeluruh, keadilan dimata hukum, keadilan dibidang sosial, keadilan di bidang budaya dan merasakan keadilan disegala bidang sesuai kodratnya, sesuai asas keadilan secara universal barulah kita bisa mengamalkan dan menjalan sila ke-empat, yakni KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARAT DAN PERWAKILAN. Artinya, jika kita sudah merasakan dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan universal barulah para wakil rakyat kita bisa dengan hikmat dan bijaksana dalam mengemban tugas musyawarah secara baik. Dan rakyatpun akan dengan suka rela merasa terwakili.
Dan jika rakyat sudah merasa terwakili di DPR atau MPR, barulah akan terwujud secara otomatis sebuah sila ke-tiga, yakni PERSATUAN INDONESIA. Sebuah bentuk persatuan dari ke-anekaragaman suku budaya, keaneragaman bahasa, adat istiadat dan nilai-nilai social yang hidup, tumbuh dan berkembang di tanah air ini. Pada akhirnya jika rakyat sudah merasa adil dan berkeadilan serta terwakili dalam pemerintahan yang mengutamakan nilai-nilai persatuan barulah bisa terwujud nilai-nilai dari sila ke-dua, KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB.
Manusia yang bisa bertindak adil dan beradab, adalah sendi dasar dari sebuah nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Menjunjung tinggi hidup dan kehidupan sebagai manusia. Menghormati manusia yang lain tanpa melihat asal usul, tanpa melihat warna kulit, bahasa dan agama. Sebagai manusia, seharusnya kita semua bisa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Dan jika kita semua sudah bisa dan mampu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab barulah kita bisa mengamalkan sila pertama: KETUHANAN YANG MAHA ESA secara damai, tenang dan tanpa rasa intimidasi, tanpa rasa curiga dan mencurigai.
Keajaiban ketiga. Ini keajaiaban terakhir hasil dari penerawanan otak kananku. Keajaiban ketiga ini sering ku gunakan ketika membuat sebuah prediksi untuk kemenangan pebalap idolaku di motoGP, siapa lagi kalau bukan VR-46. Setiap kali jelang race motoGP maka beberapa parameter/ angka selalu ku pakai. Biasanya aku memakai parameter tanggal (DD/MM/YY), hasil pole position dan angka 46 untuk VR-46. Semua parameter dijumlahkan. Bila ada dua angka, maka harus dijumlahkan untuk mendapatkan 1 angka.
Misalnya seri ketiga motoGP nanti tanggal 23 April 2017, maka : 2+3+4+2+0+1+7+46+(pole position)=…..
Namun, ada namunnya lho ya. Keajaiban ke-tiga bukanlah tentang VR-46, melainkan keajaiban pada tanggal pelaksanaan Pilkada DKI nanti. Mari saya tunjukkan. Jika kita menjumlahkan semua angka tanggal Pilkada DKI , 19 April 2017, maka akan didapat : 1+9+4+2+0+1+7=24. Jika 2+4=6, sedangkan pada putaran kedua ini ada 2 pasang calon, maka angka 6 terpaksa kita bagi dengan 2. Hasilnya adalah 3. Kebetulan atau memang sengaja di betul-betul kan ?

Saturday, April 15, 2017

Anies-Sandi Habiskan Rp 17,9 Miliar untuk Kampanye Putaran Kedua

Jakarta - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mengumpulkan Rp 18 miliar untuk kampanye putaran kedua Pilgub DKI. Dari dana itu, Rp 17,9 miliar habis digunakan untuk kampanye.

Dari data yang diperoleh dari tim pemenangan Anies-Sandi, dalam pilkada putaran kedua ini, Sandi menjadi penyumbang terbesar yakni 89% atau sekitar Rp 16 miliar. Kemudian diikuti oleh badan hukum swasta 8% atau sekitar Rp 1,5 miliar dan saldo awal sekitar Rp 553 juta. Total dana awal yang dikantongi Anies-Sandi Rp 18 miliar.

Anies-Sandi memaparkan dana itu kemudian digunakan untuk penyebaran bahan kampanye, pembuatan dan produksi iklan, pertemuan tatap muka, pertemuan terbatas, pembelian peralatan, pengeluaran operasional, dan sebagainya. Seluruh pengeluaran itu tercatat mencapai Rp 17,9 miliar.

Selain itu, Anies-Sandi juga memberikan data soal dana kampanye pada putaran pertama. Mereka mendapatkan Rp 65,3 miliar untuk putaran pertama dan telah digunakan Rp 64,7 miliar.

Dengan demikian, Anies-Sandi menggunakan total 82,6 miliar untuk keseluruhan kampanye Pilgub DKI baik putaran pertama mau pun putaran kedua dari total penerimaan sebesar Rp 82,8 miliar.

Terkait aturan soal dana kampanye, KPU DKI pernah menetapkannya dalam Keputusan KPU DKI Jakarta Nomor 54/Kpts-KPU-Pro-010-2016. Untuk putaran kedua, KPU DKI membatasi pengeluaran dana kampanye yaitu Rp 34,56 miliar.

Dilaporkan ke Bawaslu DKI, Ini Tanggapan Panitia Tamasya Al-Maidah

akarta - Ketua Panitia Tamasya Al-Maidah ustaz Ansufri ID Sambo mengaku tidak masalah dilaporkan ke Bawaslu DKI. Ansufri merasa tidak ada aturan yang dilanggar terkait dengan kegiatan itu.

"Kalau mereka mengadukan itu hak mereka, silakan saja. Setahu saya Bawaslu tidak punya urusan dengan ini, nggak akan mungkin dia bisa melarang kita, nggak mungkin, kan gitu," ujar Ansufri ketika dihubungi detikcom, Sabtu (15/4/2017).

Menurut Ansufri, kegiatan yang akan dilakukan pada saat hari pencoblosan Pilgub DKI pada Rabu (19/4) nanti bukanlah kampanye. Dia juga memastikan kegiatan itu tidak akan diwarnai dengan intimidasi.

"Ini kan bukan kegiatan kampanye, ini orang datang, orang melihat, masak nggak boleh? Yang dilanggar apa? Undang-undang apa yang dilanggar?" ucap Ansufri.

"Kita yakin umat Islam ini justru akan damai kalau ada kita, sudah kita buktikan. Kita tidak akan mengintimidasi, saya jamin, kita cuma melihat," sambung Ansufri menjelaskan.

Dia kembali mengatakan kegiatan itu hanya berupa para saksi hadir dan ikut memantau kegiatan di tempat pemungutan suara (TPS). Namun apabila ada kecurangan yang terjadi, Ansufri mengatakan para saksi itu akan merespons.

"Cuma memang kalau di tengah itu ada kecurangan-kecurangan, kita akan ributin, kita sorakin, 'woi woi', paling begitu saja sebagai bentuk penjagaan. Sesederhana itu saja," ujar Ansufri.

Sebelumnya pelaporan itu dilakukan oleh Rustam Ade yang mengaku sebagai Ketua Pemuda Islam kebangsaan. Rustam beralasan laporan itu untuk mendorong agar Bawaslu memastikan Pilgub DKI berlangsung dengan jujur dan adil.

"Mendorong Bawaslu dan instrumen pelaksana pemilu untuk memastikan pemilu berlangsung jurdil dan luber (jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia) dan setiap warga DKI bebas menggunakan hak pilihnya dengan aman," ujar Rustam.

Dia juga mengaku pelaporan itu sebagai bentuk menolak agama sebagai alat politik. Rustam mengaku telah melaporkan hal itu dan diterima oleh anggota Bawaslu DKI Muhammad Jufri.

"Menolak agama sebagai alat politik, menjaga kebhinnekaan tugas forum pemuda islam kebangsaan," sambung Rustam.

Friday, April 14, 2017

ANALISA PILGUB DKI JAKARTA 99 % WARGA DKI PILIH AHOK,DAN 1% ANIES SANDI

Knapa warga DKI 99% pilih ahok,begini simulasinya,
mari kita kupas tuntas alasan warga DKI jakarta pilih AHOK,
jadi dengan adanya kasus penista agama,kasus kasus yg lain,,sepertinya ahok bukan nya smakin tumbang malah semakin memenui berita di TV,
jadi dengan kata lain menyimpulkan bahwa warga DKI jakarta pada umumnya dan warga cengkareng pada khusus nya sepakat MEMILIH AHOK UNTUK TIDAK JADI GUBENUR DI PUTARAN KE II ini,,,,,

KASIHAN ANIES SANDI HANYA DAPATKAN 1% DARI HAK PILIH  WARGA DKI

semangat pagi jakarta