Wednesday, May 10, 2017

SHALAT TAHAJUD SEBAGAI TIKET MASUK SURGA



“Jika matahari sudah terbenam, aku gembira dengan datangnya malam dan manusia tidur karena inilah saat hanya ada Allah dan aku.”
Sejarah telah mencatat bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat selalu melaksanakan shalat tahajud. shalat tahajud adalah shalat yang sangat mulia. Keajaiban melaksanakan shalat tahajud telah tercatat dalam alquran. Ada beberapa keajaiban shalat tahajud seperti berikut ini:
1. Shalat Tahajud sebagai tiket masuk surga …
Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Saw saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).
2. Amal yang menolong di akhirat …
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)
Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.
3. Pembersih penyakit hati dan jasmani …
Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada tuhanmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)
Ketenangan malam yang disertai tetes air mata dalam Shalat tahajud, adalah kunci untuk menjadikan hari-hari anda sempurna.
Bangunlah dari tidurmu mari mendekatkan diri kepada Allah. Hiduplah dengan jiwa yang selalu mengingat Allah SWT.

PESAN DAN KESAN



Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum meninggal.
Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.

Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat taushiyah dari Rasulullah SAW.

Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah dideritanya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat2 ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yang layak di sembah?"

Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yang layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."

Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yang Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia."

Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang kepada Rasulullah".

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba2 bangun seorang lelaki yang bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sebelum masuk Islam, dia berkata:

"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di belakang kuda yang engkau tunggangi wahai Rasulullah".

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama."

Dengan suara yang agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."

Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pada Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah, bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah"

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sedang sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba2 Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yang pertama beriman dengan apa yang Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabatnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".

Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

"Ukasyah..! kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yang boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah, tiba2 berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dengan Ukasyah" .

Ukasyah semakin dekat dengan Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. "Wahai Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dengan menyakiti kakek kami, wahai Paman."

Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dengan Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar, dengan lantang Ukasyah berkata:

"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa berlama2 dalam keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yang sangat indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih2an. Nanti Allah akan murka padamu."

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh2, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis sejadi2nya,

Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu.

Seumur hidupku aku bercita2 dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."

Rasulullah SAW dengan senyum berkata:
"Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Meski sudah sering membaca dan mendengar kisah ini berulang-ulang, tetap saja kita menangis.

Semoga tetesan air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada kekasih Allah SWT....

Allahumma sholli 'alaa Muhammad Wa 'ala ali Muhammad

Tuesday, May 9, 2017

Allah Janjikan Rahmat Dalam Ujian

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuhu
Tidak ada keberanian yang sempurna tanpa kesabaran. Sebab kesabaran adalah nafas yang menentukan lama atau tidakan sesebuah keberanian bertahan dalam diri seseorang itu. Jika ada di antara kamu dua puluh orang penyabar, nescaya mereka akan mengalahkan dua ratus orang. Dan jika ada di antara kamu seratus orang (penyabar), nescaya mereka akan mengalahkan seribu orang kafir.” (QS. 8: 65).

Ada banyak orang berani yang tidak mengakhiri hidup sebagai seorang yang pemberani. Kerana mereka gagal menahan beban yang mendatang. Kesabaran adalah daya tahan psikologi yang menentukan sejauh apa kita mampu membawa beban, dan sekuat apa kita mampu survive dalam menghadapi tekanan hidup. Mereka yang memiliki sifat ini pastilah berbakat menjadi pemimpin besar. “Dan Kami jadikan di antara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar dan mereka selalu yakin dengan ayat-ayat Kami.” (QS. 32 : 24).

Tetapi kesabaran itu pahit. Semua kita tahu begitulah rasanya kesabaran itu. Dan begitulah suatu masa Rasulullah saw mengatakan kepada seorang wanita yang sedang menangisi kematian anaknya: “Sesungguhnya kesabaran itu hanya pada ujian pertama.” (Bukhari dan Muslim).

Jadi, yang pahit dari kesabaran itu hanya permulaannya. Kesabaran pada ujian pertama menciptakan kekebalan pada ujian selanjutnya. “Mereka memanahku bertubi-tubi, sampai-sampai panah itu hanya menembus panah,” kata penyair Arab terhebat sepanjang sejarah, Al-Mutanabbi.

Mereka yang memiliki naluri keberanian, harus mengambil saham terbesar dari kesabaran. Mereka harus sabar dalam segala hal: dalam ketaatan, meninggalkan maksiat atau menghadapi cubaan. Dan dengan kesabaran tertinggi, sehingga akhirnya kesabaran itu sendiri yang gagal mengejar kesabarannya,” kata Ibnul Qayyim.

Allah tak pernah janjikan langit selalu biru, jalan hidup tanpa batu, matahari tanpa hujan, kebahagiaan tanpa kesedihan, sukses tanpa perjuangan. Tapi Allah janjikan kemudahan bersama kesulitan, rahmat dalam ujian, ganjaran buat kesabaran, keteguhan dalam perjuangan.. Bukankah indahnya pelangi baru kita rasakan setelah turunnya hujan?

APA AMALAN UTAMA BERSIAP MENJEMPUT RAMADHAN? .

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Syaikh Muhammad bin Muhammad Mukhtar As-Syinqity hafidzahullah pernah ditanya:
"Wahai Syaikh, dengan amalan apa anda menasehati saya dalam menyongsong datangnya musim ketaatan...?
Syaikh menjawab: "Sebaik-baik amalan yang dapat dilakukan dalam menyongsong datangnya musim ketaatan adalah memperbanyak ISTIGHFAR. Sebab dosa akan menghalangi seseorang dari taufiq Allah (untuk melaksanakan ketaatan)."
Tidaklah hati seorang hamba selalu beristighfar melainkan ia akan disucikan. .
Bila ia lemah, maka akan dikuatkan
Bila ia sakit, maka akan disembuhkan
Bila ia diuji, maka ujian itu akan diangkat darinya. Bila ia kalut, maka akan diberi petunjuk
Dan bila ia galau, maka akan diberi ketenangan. .

Istighfar merupakan benteng pengaman yang tersisa untuk kita (dari adzab Allah) sepeninggal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. .

"Barangsiapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu memperbanyak istighfar, maka Allah akan mempermudah rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya" Maka apa lagi yang kau tunggu ...? (Perbanyaklah istighfar ...) .

"Bila engkau ingin berdo'a, sementara waktu begitu sempit, padahal di dalam dadamu dipenuhi oleh begitu banyak hajat (kebutuhan), maka jadikan seluruh isi do'amu berupa permohonan maaf kepada Allah . Karena bila Dia memaafkanmu, maka semua keperluanmu akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau memintanya."

Lafadz do'a utk malam-akhir Ramadhan : اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَj فَاعْفُ عَنِّى " "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu 'anna" .

Yaa Allah, Sesungguhnya engkau Maha pemaaf, mencintai kemaafan, maka ampunilah Kami. .

Baarakallahu fiikum. Semoga bermanfaat

AYAT YANG DIULANG-ULANG bukan KESALAHAN YANG DI ULANG ULANG

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Sahabat semua pasti sudah tau bahwa ada ayat yang diulang-ulang pada Al-Quran.
Ayat tersebut adalah:

"Fabi ayyi alai rabbikuma tukadzdziban", yg ada pada surat AR-RAHMAN (QS 55),
diulang-ulang sebanyak 31 (tiga puluh satu) kali, pada satu surat saja....
Tentunya pasti ada maksud Allah SWT menyampaikan hal tersebut. Arti dari ayat itu sendiri adalah:

"Nikmat TUHAN-mu yang manakah yang kamu dustakan".

Sebuah PERTANYAAN atas keinginan & kemampuan kita untuk bersyukur.
Bersyukur atas triliunan nikmat dari Allah SWT yang terus, terus, terus & teruuuus diberikan kepada kita, bahkan walau kita sangat pekat dengan kekotoran hati & kedurhakaan terhadapNYA.

Bagi saya pribadi, itu seperti/seolah pertanyaanNYA kepada kita:
"mau kenikmatan seperti apalagi hambaku....". Karena triliunan jenis nikmat betul-betul sudah diberikannya kepada kita, dari udara yg gratis, panca indra yang lengkap, hingga berkesempatan memiliki keyakinan Iman Islam...
sebuah nikmat yang sangat dahsyat. Subhanallah.....
Yang menarik, ayat ini ada pada surat AR-RAHMAN. Kita ketahui juga bahwa kata AR-RAHMAN (Maha Pengasih) adalah kata yang disebut sebanyak 57 kali.
Kata nomor dua terbanyak dalam Al-Quran, setelah kata Ar-Rahim (Maha Penyayang, yang disebut 114 kali).
Hal ini menjelaskan bahwa karakter terkuat dari Allah SWT adalah Maha Pengasih & Maha Penyayang...baru karakter-karakter lainnya.
Maka, dari data-data diatas jelas & nyata pula bahwa kita diharapkan untuk terus, terus & terus mensyukuri apapun yg sudah diberikanNYA...dalam situasi apapun, kondisi apapun.

Subhanallah. Wallahu a’lam bish shawab. Baraka Allah fiikum

Introspeksi Diri [Muhasabah]


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar…

Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab dan timbanglah amal perbuatan kamu sebelum amal itu ditimbang

Tatkala kudatangi sebuah CERMIN, Tampaklah sosok yang sudah sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat. Namun aneh… Sesungguhnya aku BELUM MENGENAL siapa yang kulihat.

Tatkala kutatap WAJAH, hatiku bertanya : Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya Dan bersinar indah di Surga sana? Ataukah wajah ini yang hangus legam di Neraka Jahanam?

Tatkala kumenatap MATA, nanar hatiku bertanya : Mata inikah yang akan menatap Allah.. Menatap Rasulullah, dan Kekasih-kekasih Allah kelak? Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, terburai menatap neraka jahanam? Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan? Wahai mata , apa gerangan yang kau tatap selama ini?

Tatkala kutatap MULUT.. Apakah mulut ini yang kelak mendesah penuh kerinduan Mengucap LAA ILAAHA ILLALLAAH saat malaikat maut menjemput? Ataukah menjadi mulut yang menganga dengan lidah menjulur, dengan lengkingan jerit pilu … yang mencopot sendi-sendi setiap yang mendengar? Ataukah mulut ini jadi pemakan buah zaqun jahanam yang getir, penghangus dan penghancur setiap usus?

Apakah gerangan yang engkau ucapkan Wahai mulut yang malang? Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan? Berapa banyak hati yang remuk … Dengan sayatan pisau kata-katamu yang mengiris tajam? Berapa banyak kata-kata semanis madu… Yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu? Berapa sering engkau berkata jujur? Berapa langkanya engkau dengan syahdu memohon agar Allah mengampunimu?

Tatkala kutatap TUBUHku, apakah tubuh ini… Yang kelak menyala penuh cahaya bersinar… Bersuka cita dan bercengkrama disurga? Ataukah tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih… Dalam lahar neraka jahanam, Terpasung tanpa ampun, Menderita yang tak akan pernah berakhir?

Wahai tubuh , berapa banyak maksiat yang telah engkau lakukan? Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu? Berapa banyak hamba-hamba yang lemah… Yang engkau tindas dengan kekuatanmu? Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan- tanpa peduli, Padahal engkau mampu? Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas?

Ketika kutatap hai tubuh, Seperti apakah gerangan isi HATImu? Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu? Ataukah sekotor daki-daki yang melekat ditubuhmu? Apakah hatimu segagah ototmu. Ataukah selemah daun-daun yang sudah rontok? Apakah hatimu seindah penampilanmu, Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu?

Betapa beda…. Betapa BEDA apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi… Aku telah tertipu oleh TOPENG yang selama ini tampak Betapa banyak pujian yang terhampar hanyalah memuji topeng Sedangkan aku…. hanyalah seonggok sampah yang terbungkus

Aku tertipu… Aku malu Ya Allah… Ya Allah… selamatkan aku…. Aamiin…Ya Rabbal ‘alamiin ?

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Mengobati Hati Yang Terluka

Belbagai hal terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Ada saatnya, hati kita terluka karena disakiti oleh orang lain atau suasana.

Beberapa cara bisa kita amalkan untuk mengobati hati yang terluka. Efektivitasnya tergantung pada diri Anda, namun berikut adalah cara yang sering dikongsia oleh ahli.

1. Latih Melupakan Kenangan Pahit

Bunyinya senang nak dibuat, tapi perlu diaplikasi berterusan. Mengaku saja Anda sering merasa sedih sebab banyak kali mengingat kenangan pahit atau selalu kembali ke memori silam yang lalu, betul tak? Kita kena cut connection feeling kita dengan emosi yang lalu.

Mulai hari ini, tekad untuk melupakan semua itu, selupa yang mungkin, kasi kosong abis! Bulatkan azam untuk fokus ke masa depan Anda, cita-cita, keluarga, karir, keuangan, keilmuan dan teman-teman. Anda takkan bisa melupakan semua memori pahit sekaligus, tapi lakukan step by step dengan mengalihkan perhatian Anda ke hal lain. Proses ini membutuhkan waktu, tapi ia bisa dipercepat dengan disiplin diri.

2. Buang Sikap Risau

Ada dua efek dari sikap risau ni, pertama ia menarik nasib tak baik, masalah dan musibah - tanpa Anda minta.

Kedua, memberi efek buruk pada kesehatan Anda secara fisik dan mental.

Risau membuat Anda selalu menjadi sedih dan kecewa. Untuk buang sikap risau, belajar untuk bertenang dan latih diri Anda mengontrol emosi.

3. Belajar Rajin Bersyukur

Ucap syukur atas semua yang Anda ada, apa saja! Misalnya, ucap syukur karena Anda masih ada 5 indera yang lengkap; Anda dapat melihat dan menarik napas tiap kali bangun tidur, Anda ada teman dekat yang memahami Anda dan Anda punya handphone kesayangan Anda. Ucap syukur seikhlas hati, sebanyak mungkin, seikhlas mungkin sampai rasa syukur tu meresap jauh ke dalam diri. Buat banyak kali dalam sehari.

4. Belajar Menjadi Pemaaf

Sikap pemaaf dapat membersihkan hati dari perasaan negatif dan emosi-emosi negatif. Selanjutnya, menetralkan gelombang pikiran negatif yang melekat bersarang di pikiran. Ketahuilah, Anda selalu merasa sedih dan kecewa karena Anda tidak memaafkan kesalahan diri Anda di masa lalu atau Anda tidak memaafkan kesalahan orang lain tehadap diri Anda satu ketika dulu. Belajar menjadi pemaaf dan menghapus semua ini lalu menarik ketenangan datang pada diri Anda.

5. Tertawa, tertawa dan terus tertawa

Ketawa bukan dibuat-buat, tapi biar ketawa yang benar-benar menggembirakan Anda dan menjadikan Anda girang. Tonton video yang lucu, baca cerita yang lucu, dekatkan diri Anda dengan teman-teman yang lucu serta cari "funny side" dalam setiap situasi; agar Anda bisa tertawa secara otomatis. Tertawa dapat menghilangkan sedih. Buat apa layan kecewa sedangkan Anda bisa tertawa? Come on ...

6. Ubah Pikiran

Kita tak bisa merubah situasi yang dapat membuat kita kecewa, sedih dan murung. Tapi, kita bisa merubah pikiran kita dan apa yang kita pikirkan tentang situasi-situasi tersebut walau seburuk manapun ia. Rahasianya, cari sinar mentari disebalik mendungnya awan.

Meskipun hal tidak berpihak kepada Anda, cari cara bagaimana Anda dapat jumpa nilai-nilai positif di dalamnya.

Pikirkan yang baik-baik saja, karena memberikan keuntungan jangka panjang.

Rezeki Anda murah dan segala yang baik-baik datang sendiri pada Anda. Anda menjadi apa yang Anda selalu pikirkan. Buat apa pikir yang buruk sedangkan Anda bisa tarik semua yang baik-baik?

Pikir yang buruk, Anda dapat yang buruk jawabnya. Ini hukum alam dinamakan hukum sebab dan akibat.

7. Hati Harus 'Keras'

Bukan keras sembarangan, maksudnya kekerasan hati, kesabaran yang tinggi, pandai mengontrol emosi dan menerima hakikat dengan hati terbuka. Allah menurunkan musibah, permasalahan dan macam-macam lagi bukan sekedar dugaan, tapi balasan pada perbuatan-perbuatan Anda di masa lalu. Buat baik, dibalas baik, begitu juga sebaliknya.

Coba ingat balik kejahatan kecil yang Anda lakukan pada orang lain, mungkin ada walau Anda tak sadar. Itulah perlunya kita bersikap baik dan berpikir yang baik-baik pada semua orang, benda, hal, situasi dan kondisi. Sebelum tidur, pola pikir untuk jadi ceria pada keesokan harinya.

Lafazkan dengan nada berbisik. Relaks, jangan terlalu mendesak diri.

Setelah bangun tidur, katakan pada diri ini adalah hari yang baru untuk Anda.

Tekadkan diri untuk membuat hari yang baru tu hari yang baik, sungguh baik, sebaik yang mungkin dari hari yang sebelumnya