Wednesday, April 5, 2017

Ketua PPATK Sebut Pendanaan Terorisme dari Person to Person


Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin meminta masyarakat tak salah memahami pemberitaan terkait alur pendanaan terorisme. Dia menegaskan bahwa dana yang diduga mengalir ke jaringan teroris, tak berasal dari pemerintahan negara asal aliran dana tersebut.

Sejumlah negara beberapa waktu lalu memang sempat dikaitkan dengan pendanaan teroris di Indonesia, seperti Singapura dan Australia.

"Jadi bukan negara yang menjadi sumber dana, tapi uang-uang itu berasal dari sana. Jangan interpretasikan pendanaan itu datang dari pemerintah," kata Kiagus di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu, 5 April 2017.

Baca: 

Menurut Kiagus, aliran dana yang terdeteksi bisa bersumber dari siapapun yang tengah berada di negara tersebut. Dia pun membantah tudingan ada pemerintah negara lain yang mendanai aktivitas teroris di Indonesia.

"Itu person to person. Jadi bukan pemerintah tapi kebetulan datang dari negara itu," kata dia.

Pemerintah RI pun tengah menguatkan pengawasan untuk mencegah pendanaan terorisme. Perkembangan teknologi digital adalah salah satu aspek yang paling diwaspadai karena kerap dimanfaatkan untuk kejahatan, tak terkecuali terorisme.

Berbagai kerja sama internasional pun dilakoni Indonesia, sejalan dengan upaya pengawasan tersebut

No comments:

Post a Comment