Siapapun takkan suka negerinya tercabik-cabik tak karuan, menjadi mangsa negara-negara kapitalis yang memang mengincar sedari dulu, menjajahnya dengan cara yang baru
Bila dulu negeri ini dipisah buyarkan oleh penjajah dengan politik belah bambu, adu domba, maka Islamlah yang tampil untuk menyelamatkan negeri, mengikat mereka jadi satu
Kaum Muslim disemangati bahwa cinta agama berarti pertahankan negeri, sebab hilangnya tanah berarti hilangnya aqidah, maka pertahankan tanah adalah menjaga aqidah
Semua beda disatukan dengan kalimat Allah, ayat-ayat Allah yang menghantar mereka maju ke medan jihad, melawan penjajah adalah bagian dari agama, begitulah Islam
Alhamdulillah atas rahmat Allah, negeri ini bebas dari penjajahan, kaum Muslim yang berjasa besar rela agar negeri ini ditinggali bersama-sama, dari sabang hingga merauke
Semangat Islam yang menaungi semua kepercayaan dipakai, dan ayat-ayat Allah diusahakan menginspirasi tiap-tiap sendi negeri, walau tak sempurna namun terus diperjuangkan
Ruh Islam tak hanya membekas, tapi sudah tertanam dalam jiwa-jiwa kaum Muslim, Islam yang secara alamiah damai, selamat dan menyelamatkan, ramah, rukun dan tenteram
Tapi penjajah memang selalu serakah, mereka mencoba masuk dengan cara baru, ingin kembali menguasai negeri ini dengan kasar, bahasa jawanya "nggragas", begitu
Kali ini mereka tak hanya ingin tanah dan harta negeri ini, tapi sekaligus mencabut aqidah Islam dari negeri ini, menghilangkan dasar negeri ini yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa
Jadilah negeri ini terpecah, kekasaran penjajah model baru ini diwujudkan dengan penistaan agama, pengusiran ulama, pembubaran kajian, menyulitkan agenda Islam
Lihatlah apa yang terjadi saat Islam yang telah berada dalam jiwa kaum Muslim yang merupakan saham terbesar negeri ini ingin dicabut, kekacauan terjadi di penjuru negeri
Pertanyaannya, siapa yang tak sayang negeri ini? Mengapa kaum Muslim justru terus menerus dituduh sebagai pemecah negeri? Sementara penjajah kian nyata justru dibela?
Sedihnya kita melihat provokasi "Islam sumber perpecahan" itu justru seringkali muncul dari penguasa dan pihak berwenang, duh, mau kemana dibawa negeri indah ini tanpa Islam?
No comments:
Post a Comment