Lalu bagaimana kita menyikapi media sosial dan menggunakannya untuk kebaikan? Misal mendakwahkan Islam dan menyebarkan pesan-pesan kebaikan pada semua?
Pertama, kita harus memahami bahwa kebenaran itu bukan dengan banyaknya, tapi sumbernya. Akun dengan follower banyak, atau opini yang banyak disampaikan, belum tentu benar
Tapi kebenaran adalah dari Allah dan Rasul-Nya, selama sumber yang dipakai adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka itulah kebenaran yang harus kita pegang dan sampaikan
Kedua, bisa jadi pendapat yang diopinikan seolah-olah dari Al-Qur'an dan As-Sunnah, padahal bukan. Maka lihat akhlak yang menyampaikan, lihat kecintaannya pada Islam
Bisa juga kita mericek kebenaran itu lewat referensi-referensi yang lebih otoriatif, atau mencari pendapat ulama yang memang benar-benar takut kepada Allah Azza wa Jalla
Ketiga, jangan rekatif dengan provokasi dan komentar orang lain, karena para buzzer negatif tak ambil pusing dengan itu, abaikan saja tak perlu mndebat di media sosial
Ambil waktumu fokus pada dakwah Islam, tak perlu urusi mereka yang tak suka, apalagi kemungkinan besar itu akun fiktif, rugi energi bisa jadi malah dosa dan Allah tak ridha
Jawaban terbaik bagi mereka yang buruk perangainya adalah diam, bila mau membalas maka balaslah dengan akhlak yang baik, atau doakan saja semoga Allah berikan kebaikan padanya
Karena mendebatnya, apalagi membalas dengan kasar, itulah yang dia inginkan, sebab dia akan punya bukti untuk berkata "Betul kan, Muslim itu kasar dan tak berakhlak"
Jika punya waktu lebih, report saja, atau block saja. Ingat, menuliskan hal kotor itu mengotori jiwa, membalas dengan kasar itu membuat hati menjadi keras, tak perlu semua itu
Hajat kita akan ampunan Allah jauh lebih penting dari semua kata manusia, siapa yang hanya inginkan balasan dari Allah, maka puji dan caci manusia tak ada harganya
Semoga manfaat ya
No comments:
Post a Comment